FGD “Pentingnya Pembentukan Kantor Pos Lalu Bea di Sabang”

Alhamdulillah, kehadiran para tamu undangan dari berbagai instansi, pengusaha jasa titipan yang beroperasi di kawasan Sabang, serta awak media di pagi Rabu, 27 September 2017 pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Bea Cukai Sabang merupakan kehormatan bagi Kantor Bea Cukai Sabang.

Tanpa membuang waktu, Bapak Koen Rahmanto selaku Kepala Kantor Bea Cukai Sabang segera membuka kegiatan. Pada kesempatan kali ini, beliau pulalah yang bertindak sebagai pemateri. Tema yang diusung pada kegiatan FDG kali ini adalah “Pentingnya Pembentukan Kantor Pos Lalu Bea di Sabang”.

“Sebagaimana kita ketahui, berbelanja via internet sedang menjadi tren saat ini. Tentulah pihak jasa titipan memegang peranan yang sangat penting. Tidak hanya itu, pihak penglola jasa titipan juga harus bersinergi dengan Bea Cukai. Karena tugas Bea Cukai selain sebagai revenue collector juga berfungsi sebagai community protector. Yang mana kita kehui bersama, akhir-akhir ini muncul lagi jenis-jenis narkoba yang baru. Nah, itu juga merupakan tugas Bea Cukai dalam melakukan pengawasannya” begitulah Bapak Koen, sapaan akrab beliau, membuka acara ini.

 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan dan Cukai serta Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari serta Berada di Kawasan yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, dinyatakan bahwa pemasukan barang ke kawasan bebas dari luar daerah pabean diberikan pembebasan Bea Masuk, pembebasan PPN, dan tidak dipungut PPh Pasal 22 Undang-Undang Pajak Penghasilan, dan / atau Pembebasan Cukai.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 47/PMK.04/2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Kawasan Kawasan yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai, pada Pasal 86 ayat 4 juga disebutkan bahwa terhadap barang kiriman dari luar daerah pabean ke Kawasan Bebas selain barang kena cukai diberikan pembebasan bea masuk.

Selain itu, pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman, pada Pasal 2 disampaikan bahwa impor barang kiriman dilakukan melalui penyelenggaraan pos yang ditunjuk.

Slide tampil silih berganti, para audien pun terlihat begitu konsentrasi menyimak materi yang disampaikan.

“Kegiatan seperti ini (FDG-red) sangat bagus, kita jadi tahu banyak hal. Apalagi kita dan teman-teman memang punya rencara untuk belanja via online shop di luar negeri yang tentunya akan dimasukkan melalui jasa titipan. Selama ini kita agak kerepotan karena harus meluangkan waktu dan biaya untuk mengurus di Banda Aceh” ujar M. Wahidi yang mewakili Rumah Kreatif BUMN Sabang.

Maju terus Bea Cukai Sabang “Satu Misi Bangga Mengabdi”