KETENTUAN BARANG BAWAAN PENUMPANG DARI LUAR DAERAH PABEAN KE KAWASAN BEBAS SABANG

 

Berdasarkan PMK Nomor 120/PMK.04/2017 jo. PMK Nomor 47/PMK.04/2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran ke dan dari Kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai.
Pada BAB XIV tetang Barang Yang dibawa Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut, Bagian Kedua Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang
Dan Awak Sarana Pengangkut Dari Luar Daerah Pabean Ke Kawasan Bebas, Pasal 77 ayat 1 dan 2 menjelaskan
(1) Terhadap barang pribadi Penumpang berupa barang kena cukai yang dibawa dari luar Daerah Pabean ke Kawasan Bebas diberikan pembebasan bea masuk, Cukai, dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor untuk setiap orang dewasa dengan jumlah paling banyak:
a. 200 (dua ratus) batang sigaret, 25 (dua puluh lima) batang cerutu, atau 100 (seratus) gram tembakau iris/ hasil tembakau lainnya; dan
b. 1 (satu) liter minuman mengandung etil alkohol.
(2) Terhadap barang pribadi Awak Sarana Pengangkut berupa barang kena cukai yang dibawa dari luar Daerah Pabean ke Kawasan Bebas, diberikan pembebasan bea masuk, Cukai, dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor dengan jumlah paling banyak:
a. 40 (empat puluh) batang sigaret, 10 (sepuluh) batang cerutu, atau 40 (empat puluh) gram tembakau iris/hasil tembakau lainnya; dan
b. 350 (tiga ratus lima puluh) mililiter minuman mengandung etil alkohol.
pada pasal 78 ayat 1 dan 2 menjelaskan;
(1) Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut wajib memberitahukan barang yang dibawanya dari luar Daerah Pabean ke Kawasan Bebas kepada Pejabat.
(2) Pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan secara lisan dengan cara Penumpang atau Awak Sarana Pengangkut memilih jalur merah atau jalur hijau.