PATROLI LAUT BEA CUKAI SABANG

 

SABANG – Tak lengkap rasanya apabila menjadi Bea Cukai tetapi belum pernah merasakan pengalaman berpatroli menggunakan kapal laut yang dimiliki Bea Cukai. Dalam rangka pengenalan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) khususnya unit Penindakan dan Penyidikan pada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai dalam bidang patroli laut, Bea Cukai Sabang melaksanakan Patroli Laut Rutin Triwulan II. Menggunakan kapal patroli BC 1507 kelas 6 tipe Speedboat dengan panjang kapal 15 Meter, pelaksanaan patroli laut kali ini dilaksanakan dalam hal pengawasan terhadap sarana pengangkut laut sebagai upaya untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai pelanggaran ketentuan di bidang kepabeanan dan/atau cukai.

Selama 7 (tujuh) hari pelaksanaan, dimulai sejak tanggal 15 sampai dengan 21 Juni 2020, kegiatan patroli laut berjalan dengan lancar dengan Surya Permana sebagai Komandan Patroli dan Hendrian Yustio Nugroho sebagai Wakil Komandan Patroli. Demi keselamatan, sebelum berangkat Satuan Tugas Patroli yang terdiri dari 8 orang melakukan pengecekan terhadap kesiapan sarana dan prasarana seperti kecukupan bahan bakar minyak dan memastikan dinamo mesin berfungsi dengan baik, lalu dilanjutkan dengan briefing dan tidak lupa berdoa. Kapal BC 1507 memulai keberangkatan dari Floating Dock KSOP pada pukul 08.30 WIB menyisiri wilayah pengawasan Bea Cukai Sabang antara lain perairan Pulau Weh, Pulau Beras, dan Pulau Nasi. Pada saat pelaksanaan patroli laut terdapat kapal wisata asing yang berlayar di sekitaran perairan Ujung Sekundur dan sesuai dengan tugas dan fungsi Bea Cukai Sabang terhadap kapal wisata asing yang masuk ke wilayah kerja KPPBC TMP C Sabang maka dilakukan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut tersebut. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kapal dari negara asing yang memasuki wilayah teritorial Indonesia tidak membawa barang berbahaya dan melanggar ketentuan kepabeanan dan/atau cukai.

Meskipun kegiatan patroli laut  kali ini cukup melelahkan dan membuat mual karena terombang-ambing oleh ombak di perairan Sabang, akan tetapi hal ini tidak menyurutkan mental rekan-rekan untuk melaksanakan patroli laut selanjutnya. Dengan harapan, adanya patroli laut yang secara periodik dilakukan dapat mencegah masuknya barang barang ilegal dan mengurangi pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai yang dilakukan di laut. BEA CUKAI MAKIN BAIK