Sejarah Bea Cukai Sabang

Sejarah Kawasan Bebas Sabang

Sejak masa penjajahan belanda sekitar tahun 1800-an, Sabang telah dikenal sebagai Pelabuhan Persinggahan kapal-kapal besar serta kapal perang yang sedang berlayar.  Pada masa tersebut pemerintah belanda yang sedang menjajah Negeri Indonesia pernah membuka pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan perniagaan yang dikelola oleh salah satu badan yang disebut “sabang maatschappij”.

Memasuki masa perang dunia ke-2, tepatnya pada tahun 1942 yaitu masa pendudukan Jepang di Indonesia, Pelabuhan Sabang dijadikan sebagai Pelabuhan Militer yang mengakibatkan Pelabuhan Sabang mengalami kehancuran fisik. Oleh karena itu Pelabuhan Sabang tidak lagi digunakan sebagai pelabuhan perniagaan.

Pada Tahun 1985, Status Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas ditutup oleh pemerintah RI melalui UU no 10 tahun 1985

Awal tahun 2000, Sabang kembali dicanangkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden Abdurrahman Wahid dengan diterb

itkannya Inpres No.2 Tahun 2000, diterbitkannya UU No.2 Tahun 2000 tentang kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, dan diterbitkannya UU no.37 tahun 2000 tentang Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Sejarah KPPBC TMP C Sabang

Nomenklatur KPPBC Tipe Madya Pabean C Sabang pada tahun 2001 semula bernama KPPBC Tipe B Sabang, berlokasi di Jalan Diponegoro 19 Kota Atas Sabang dan berada di bawah Kantor Wilayah DJBC Aceh. Pada awal berdirinya Kantor Bea Cukai Sabang hanya berfokus pada pengawasan terhadap pemasukan dan pengeluaran barang melalui perbatasan di ujung barat Indonesia. Wilayah kerja Kantor Bea Cukai Sabang meliputi Pulau Weh, Pulau Seulako, Pulau Klah, Pulau Rubiah dan Pulau lain di sekitarnya.Seiring dengan perkembangan di sektor industri dan lokasi Pulau Weh yang strategis untuk dijadikan destinasi wisata oleh wisatawan dalam negeri maupun 

wisatawan mancanegara, jumlah pengguna jasa mengalami peningkatan terutama pelayanan impor (PPFTZ-01) dan impor sementara kapal wisata asing (yachter). Hal ini menjadikan Kantor Bea Cukai Sabang mengalami beberapa kali perubahan tipe. Pada tahun 2005 kantor ini berubah tipe dari Kantor Tipe B menjadi Kantor Tipe A4, kemudian pada tahun 2008 mengalami perubahan menjadi Kantor Tipe A3.

Dengan ditetapkannya reformasi birokrasi pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta volume kerja yang semakin meningkat, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 168/PMK.01/2012 tanggal 6 November 2012, nama kantor berubah menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean C Sabang yang diimplementasikan secara aktif pada bulan Desember 2012.