PEMUSNAHAN BARANG MILIK NEGARA HASIL PENINDAKAN BEA CUKAI SABANG TAHUN 2020

Sabang (30/06/2021) – Bea Cukai Sabang kembali gelar Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) eks penindakan kepabeanan dan cukai selama kurun waktu satu tahun sejak Mei 2020 sampai dengan April 2021. Pemusnahan dilaksanakan di kompleks perumahan dinas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sabang, Jalan Malahayati Jurong Merica, Sukakarya, Sabang pada hari Rabu, 30 Juni 2021. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan, perwakilan masyarakat, dan unsur media massa.

 

Pemusnahan BMN berupa rokok ilegal sebanyak 14.720 (empat belas ribu tujuh ratus dua puluh) batang, 1735 (seribu tujuh ratus tiga puluh lima) kilogram gula pasir, 7 (tujuh) bungkus bibit tanaman, dan barang-barang lainnya yang tidak bisa dipenuhi kewajiban kepabeanannya. Di samping kerugian negara berupa fiskal, kegiatan illegal berdampak juga terhadap sisi sosial dan kesehatan masyarakat dengan nilai kerugian yang jauh lebih besar.

 

Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan upaya memasukan/mengeluarkan ke/dari kawasan bebas Sabang secara ilegal. Di antaranya adalah gula yang merupakan hasil penindakan terhadap upaya oknum tertentu untuk mengeluarkan gula tersebut dari Kawasan Bebas Sabang secara ilegal. Pada saat ditemukan, gula yang ditindak tersebut juga dalam keadaan tidak layak dikonsumsi. Rokok merupakan salah satu komoditi  yang berhasil ditegah dan ditindak adalah rokok ilegal tanpa pita cukai (rokok polos) dengan berbagai merek yang ditemukan beredar di Kawasan Bebas Sabang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan target nasional  untuk menekan persebaran rokok ilegal kurang dari 3% di tahun 2021, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan prosedur kepabeanan.

 

Atas kegiatan pemusnahan tersebut, Bea Cukai Sabang telah berkoordinasi dan mendapatkan persetujuan dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Banda Aceh dengan metode pemusnahan dilakukan dengan dibakar dan ditimbun dalam tanah. Pemusnahan ini merupakan bentuk implementasi dari salah satu fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Community Protector yang antara lain bertujuan untuk membendung masuknya barang-barang ilegal dan barang-barang yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat Indonesia, serta untuk melindungi industri-industri dalam negeri agar mampu bersaing dengan industri-industri dari luar negeri. Bea Cukai juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak turut serta membeli, menjual, mendistribusikan, maupun menimbun rokok ilegal. Sosialisasi terkait prosedur kepabeanan yang legal juga terus dilakukan untuk memberi edukasi kepada masyarakat bahwa legal itu mudah.