KEWAJIBAN PENCANTUMAN NPWP

Saleum rakan saman!🙌
Mimin mau ngingetin sesuatu nih!
Mulai tanggal 1 Agustus 2021 pengajuan dokumen rencana kedatangan sarana pengangkut (RKSP) dan manifes kedatangan sarana pengangkut (Inward Manifest) oleh perusahaan sarana pengangkut wajib mencantumkan NPWP penerima (consignee). Kemudian dalam pengajuan manifes keberangkatan sarana pengangkut (Outward Manifest) perusahaan sarana pengangkut juga diwajibkan mencantumkan NPWP pengirim (shipper). Hal ini sebagai implementasi Peraturan Menteri Keuangan nomor 97/PMK.04/2020 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor Per-11/BC/2020.⁣
Maksud diberlakukannya ketentuan ini yaitu selain untuk menghindari penipuan atau penggunaan identitas penerima barang tanpa izin pada inward manifest, penyampaian tersebut juga dijadikan sebagai validasi data dengan Direktorat Jenderal Pajak pada saat pengajuan Outward Manifest. Nantinya, consignee akan mendapatkan notifikasi langsung ketika barangnya telah tiba.⁣
Jadi bagi para perusahaan sarana pengangkut, jangan lupa cantumkan NPWP nya ya untuk menghindari penolakan (reject) dokumen saat penyampaian ke Bea Cukai. Kemudian untuk kalian yang berniat mengimpor barang, harap cantumkan NPWP atau identitas resmi lainnya agar penerapan aturan ini dapat dirasakan manfaatnya.⁣